thumb

Rokok dan Vape: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Jantung Generasi Muda

Rokok dan Vape Sama-Sama Berbahaya bagi Jantung

Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), hampir 18 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular. Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke.

Di Indonesia, jumlah penderita penyakit jantung juga terus meningkat. Jika dahulu penyakit ini identik dengan kelompok usia lanjut, kini kasusnya semakin banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan pada mereka yang berusia di bawah 45 tahun.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes melitus, kadar kolesterol yang tidak terkontrol, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, hingga meningkatnya penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja dan dewasa muda.


Apakah Vape Lebih Aman daripada Rokok?

Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Faktanya, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Salah satu systematic review yang diterbitkan dalam jurnal Tobacco Induced Diseases pada tahun 2025 melaporkan bahwa:

  • Perokok memiliki risiko penyakit jantung sekitar 57% lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok.
  • Pengguna vape memiliki risiko penyakit jantung sekitar 31% lebih tinggi.
  • Seseorang yang menggunakan rokok dan vape secara bersamaan memiliki risiko hingga 67% lebih tinggi.

Data tersebut menunjukkan bahwa baik rokok maupun vape tetap memberikan dampak negatif terhadap kesehatan jantung.


Bagaimana Rokok dan Vape Merusak Jantung?

Baik asap rokok maupun uap vape mengandung nikotin serta berbagai zat kimia berbahaya yang dapat memengaruhi sistem kardiovaskular.

Paparan zat-zat tersebut dapat menyebabkan:

  • Kerusakan pada lapisan dalam pembuluh darah.
  • Peradangan kronis pada pembuluh darah.
  • Penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
  • Percepatan pembentukan plak atau aterosklerosis.
  • Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Selain itu, nikotin juga dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, beban kerja jantung akan semakin berat sehingga risiko terjadinya penyakit jantung meningkat.


Mengapa Sulit Berhenti Merokok atau Vape?

Menghentikan kebiasaan merokok maupun menggunakan vape memang bukan hal yang mudah. Penyebab utamanya adalah kandungan nikotin, yaitu zat yang bersifat adiktif.

Setelah masuk ke dalam tubuh, nikotin merangsang pelepasan dopamin di otak. Hormon ini menimbulkan rasa nyaman, senang, dan membuat seseorang ingin mengulanginya. Seiring waktu, otak akan terbiasa dengan efek tersebut sehingga muncul ketergantungan.

Ketika seseorang mencoba berhenti, berbagai gejala putus nikotin dapat muncul, antara lain:

  • Gelisah.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah.
  • Cemas.
  • Gangguan tidur.
  • Keinginan yang sangat kuat untuk kembali merokok atau menggunakan vape.

Karena itu, proses berhenti merokok sering kali memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan, keluarga, maupun lingkungan sekitar.


Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Berhenti merokok dan menghentikan penggunaan vape merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Walaupun vape sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman, bukti ilmiah menunjukkan bahwa produk ini tetap berpotensi merusak kesehatan jantung. Semakin cepat seseorang terbebas dari paparan nikotin, semakin besar manfaat yang diperoleh, mulai dari membaiknya fungsi pembuluh darah hingga menurunnya risiko serangan jantung di masa mendatang.

Bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyediakan berbagai layanan pendukung, seperti Program Berhenti Merokok Indonesia, layanan Quitline Berhenti Merokok, serta layanan konseling di puskesmas dan rumah sakit.

Dengan bantuan tenaga kesehatan dan dukungan dari keluarga, peluang untuk berhasil berhenti merokok maupun menggunakan vape akan semakin besar.


Kesimpulan

Baik rokok konvensional maupun vape sama-sama membawa risiko terhadap kesehatan jantung. Kandungan nikotin dan berbagai zat kimia di dalamnya dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner.

Jangan menunggu hingga muncul gejala. Berhenti merokok dan menghentikan penggunaan vape sejak dini merupakan investasi terbaik untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah berbagai komplikasi penyakit kardiovaskular di masa depan.


FAQ

Apakah vape benar-benar lebih aman daripada rokok?

Tidak. Meskipun kandungan zat berbahaya pada vape berbeda dengan rokok konvensional, penelitian menunjukkan bahwa vape tetap meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.


Apakah berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit jantung?

Ya. Setelah berhenti merokok, fungsi pembuluh darah mulai membaik dan risiko penyakit jantung akan terus menurun seiring berjalannya waktu.


Siapa saja yang berisiko terkena penyakit jantung akibat rokok dan vape?

Semua orang yang menggunakan rokok maupun vape berisiko mengalami gangguan kesehatan jantung. Risiko menjadi lebih tinggi pada individu yang juga memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda memiliki kebiasaan merokok atau menggunakan vape, terutama jika disertai keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, atau memiliki faktor risiko penyakit jantung lainnya.



Ingin Berhenti Merokok atau Menjaga Kesehatan Jantung?

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok atau menggunakan vape dan ingin mengetahui kondisi kesehatan jantung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta menjaga kualitas hidup Anda di masa depan.