thumb

Demam Rematik Akut: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Demam Rematik Akut?

Demam rematik akut bukan sekadar demam biasa. Ini adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung jika tidak ditangani dengan tepat. Demam rematik akut terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh yang "salah sasaran". Awalnya, seseorang mengalami infeksi bakteri yang disebut Strep A. Bakteri ini biasanya menyebabkan sakit tenggorokan (amandel) atau infeksi kulit (korengan). Bukannya hanya menyerang bakteri tersebut, sistem pertahanan tubuh malah ikut menyerang bagian tubuh sendiri, seperti sendi, otak, dan yang paling berbahaya, katup jantung.

Demam rematik akut terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh yang "salah sasaran". Awalnya, seseorang mengalami infeksi bakteri yang disebut Strep A. Bakteri ini biasanya menyebabkan sakit tenggorokan (amandel) atau infeksi kulit (korengan). Bukannya hanya menyerang bakteri tersebut, sistem pertahanan tubuh malah ikut menyerang bagian tubuh sendiri, seperti sendi, otak, dan yang paling berbahaya, katup jantung.Ā 

Gejala dan Tanda yang Harus Di Waspadai

Tanda-tanda demam rematik biasanya muncul sekitar 1 hingga 3 minggu setelah infeksi tenggorokan atau kulit sembuh. Gejala utamanya meliputi:

  • Nyeri dan Bengkak pada Sendi: Sendi (biasanya lutut, pergelangan kaki, siku, atau pergelangan tangan) terasa sangat sakit, merah, dan bengkak. Rasa sakit ini seringkali berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lainnya.
  • Demam: Suhu tubuh meningkat tinggi.
  • Gerakan Tubuh Tak Terkendali: Kadang muncul gerakan tangan, kaki, atau wajah yang tersentak-sentak dan tidak bisa dikontrol. Hal inijuga bisa disertai dengan perubahan emosi seperti mudah menangis atau cemas.


Pemeriksaan yang harus di lakukanĀ 


Karena tidak ada satu pemeriksaan tunggal yang bisa memastikan penyakit ini, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan:

  1. Ekokardiogram (USG Jantung): Pemeriksaan paling penting untuk melihat apakah katup jantung mengalami kerusakan akibat peradangan.
  2. Rekam Jantung (EKG): Untuk melihat apakah irama jantung masih normal.
  3. Pemeriksaan Darah: Untuk mencari bukti adanya infeksi bakteri Strep A sebelumnya dan mengukur tingkat peradangan di dalamĀ  tubuh.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah mematikan bakteri yang tersisa dan mengurangi peradangan.

  • Antibiotik: Pasien biasanya diberikan suntikan penisilin untuk memastikan bakteri Strep A benar-benar hilang dari tubuh.
  • Obat Pereda Nyeri: Obat seperti ibuprofen atau naproxen digunakan untuk mengurangi nyeri sendi dan demam setelah diagnosis dipastikan.
  • Istirahat Total: Sangat penting bagi pasien untuk beristirahat agar jantung tidak bekerja terlalu berat selama masa peradangan.Ā 

Cara pencegahan

Kabar baiknya, demam rematik akut sangat bisa dicegah dengan langkah-langkah berikut:

  • Pencegahan utama: Segera bawa anak ke dokter jika mereka mengeluh sakit tenggorokan atau memiliki luka kulit yang bernanah/korengan. Pengobatan dini dengan antibiotik yang tepat bisa mencegah terjadinya demam rematik.
  • Pencegahan bagi yang pernah sakit: Orang yang sudah pernah terkena demam rematik berisiko tinggi untuk kambuh lagi. Untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih parah, mereka wajib mendapatkan suntikan antibiotik pencegahan secara rutin (biasanya setiap 28 hari) selama bertahun-tahun sesuai saran dokter.
  • Gaya hidup sehat: Menjaga kebersihan diri (rajin cuci tangan dan mandi), mencuci pakaian serta seprai secara rutin, dan memastikan rumah tidak terlalu padat penghuni dapat membantu mengurangi penyebaran bakteri penyebab penyakit ini.