Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Sayangnya, banyak orang baru menyadari adanya penyakit ini setelah mengalami serangan jantung. Padahal, tubuh sering kali memberikan tanda-tanda yang dapat dikenali sejak dini. Salah satu keluhan yang paling sering membuat seseorang datang ke dokter spesialis jantung adalah nyeri dada. Namun, tidak semua nyeri dada disebabkan oleh penyakit jantung. Keluhan tersebut juga dapat dipicu oleh gangguan otot, lambung, hingga kondisi lainnya. Lalu, bagaimana cara membedakan nyeri dada akibat penyakit jantung koroner dengan penyebab lainnya? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan, sehingga aliran darah yang membawa oksigen menuju otot jantung menjadi berkurang. Padahal, oksigen sangat dibutuhkan oleh otot jantung sebagai sumber energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk organ-organ vital seperti otak, ginjal, dan paru-paru. Apabila penyumbatan terjadi secara mendadak dan total, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung, yang merupakan keadaan gawat darurat dan memerlukan penanganan medis secepatnya.
Pada tahap awal, penyakit jantung koroner sering kali hanya menimbulkan keluhan ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dapat membantu penderita memperoleh penanganan lebih cepat sehingga risiko serangan jantung dapat dikurangi. Salah satu gejala yang paling khas adalah nyeri dada dengan karakteristik tertentu.
Tiga Gejala Khas Nyeri Dada Akibat Penyakit Jantung Koroner
Berikut tiga karakteristik nyeri dada yang sering ditemukan pada penderita penyakit jantung koroner.
1. Nyeri Terasa di Dada Tengah atau Sebelah Kiri
Nyeri umumnya muncul di bagian tengah atau kiri dada. Sensasinya dapat berupa:
- Dada terasa seperti tertimpa benda berat.
- Dada terasa tertekan atau diremas.
- Nyeri seperti tertusuk atau teriris.
Pada sebagian orang, nyeri juga dapat menjalar ke:
- Leher
- Bahu
- Punggung
- Rahang
- Lengan kiri
2. Nyeri muncul saat aktivitas atau stres emosional
Keluhan biasanya timbul ketika kebutuhan oksigen jantung meningkat, misalnya saat:
- Naik tangga.
- Berjalan cepat atau berolahraga.
- Mengangkat beban berat.
- Bekerja fisik.
- Berhubungan suami istri.
- Mengalami stres atau emosi yang kuat.
3. Nyeri berkurang setelah istirahat
Nyeri dada akibat penyakit jantung koroner umumnya akan membaik setelah penderita berhenti beraktivitas dan beristirahat. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan obat nitrat di bawah lidah untuk membantu meredakan keluhan.
Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Jantung Koroner?
Risiko penyakit jantung koroner akan meningkat apabila seseorang mengalami satu atau lebih faktor risiko berikut:
- Berusia di atas 30 tahun, terutama usia lanjut.
- Merokok aktif maupun pasif dalam jangka waktu lama.
- Menderita hipertensi.
- Mengalami diabetes.
- Memiliki kadar kolesterol yang tidak terkontrol.
- Memiliki riwayat serangan jantung pada orang tua atau saudara kandung.
Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner
Untuk memastikan apakah nyeri dada disebabkan oleh penyakit jantung koroner atau kondisi lain, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:
- Elektrokardiografi
(EKG)
Pemeriksaan ini bertujuan merekam aktivitas listrik jantung untuk melihat adanya gangguan irama maupun tanda-tanda berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
- Ekokardiografi (USG
Jantung)
Ekokardiografi menggunakan gelombang ultrasonografi untuk menilai struktur, fungsi, dan kemampuan pompa jantung.
- Tes Treadmill (Exercise Stress
Test)
Tes treadmill dilakukan untuk mengetahui respons jantung saat bekerja lebih keras. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan aliran darah ke otot jantung yang mungkin tidak tampak saat pasien beristirahat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- Nyeri dada saat beraktivitas yang membaik saat istirahat.
- Nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pingsan.
- Memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok.
Semakin cepat penyakit jantung koroner terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya serangan jantung dan komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Penyakit jantung koroner merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan serangan jantung apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Tiga gejala khas yang perlu diwaspadai adalah nyeri di dada tengah atau kiri, nyeri yang muncul saat aktivitas atau stres emosional, serta nyeri yang membaik setelah beristirahat. Apabila Anda mengalami gejala tersebut, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.