Penyakit jantung bawaan pada anak merupakan salah satu kelainan bawaan yang cukup sering ditemukan sejak bayi baru lahir. Kondisinya sangat beragam, mulai dari kelainan yang ringan dan tidak menimbulkan gejala hingga kelainan jantung kompleks yang membutuhkan penanganan segera. Sayangnya, tidak semua gejala penyakit jantung bawaan pada bayi dan anak mudah dikenali. Sebagian anak bahkan baru diketahui memiliki kelainan jantung ketika menjalani pemeriksaan rutin atau ketika mulai menunjukkan keluhan saat tumbuh besar. Karena itu, orang tua penting untuk mengenali tanda-tanda penyakit jantung bawaan sejak dini. Semakin cepat kelainan jantung dikenali dan ditangani sesuai kondisi anak, semakin besar peluang anak mendapatkan kualitas hidup yang baik.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur atau fungsi jantung dan pembuluh darah besar yang sudah ada sejak lahir. Kelainan tersebut dapat terjadi pada sekat jantung, katup jantung, pembuluh darah, maupun bagian lain dari struktur jantung. Tingkat keparahan penyakit jantung bawaan sangat beragam. Ada kelainan yang ringan dan hanya membutuhkan pemantauan, tetapi ada pula kondisi yang memerlukan obat-obatan, tindakan kateterisasi, atau operasi. Hingga saat ini, penyebab sebagian besar penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti. Faktor genetik dan beberapa faktor selama kehamilan dapat berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kelainan jantung bawaan.
Seberapa Sering Penyakit Jantung Bawaan Terjadi?
Penyakit jantung bawaan termasuk salah satu kelainan bawaan yang paling sering ditemukan. Secara umum, penyakit jantung bawaan terjadi pada sekitar 8 dari setiap 1.000 kelahiran hidup, meskipun angka dapat berbeda bergantung pada jenis kelainan dan metode pendeteksiannya. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa sekitar 43.200 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya, dan sekitar seperempatnya mengalami penyakit jantung bawaan kritis. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini. Kabar baiknya, perkembangan teknologi dan pengobatan jantung anak saat ini telah membantu meningkatkan kemampuan dokter dalam mendiagnosis dan menangani berbagai jenis penyakit jantung bawaan.
Apakah Semua Penyakit Jantung Bawaan Sama?
Tidak. Penyakit jantung bawaan memiliki banyak jenis dan tingkat keparahan yang berbeda. Secara sederhana, PJB sering dikelompokkan menjadi:
1. Penyakit Jantung Bawaan Asianotik
PJB asianotik umumnya tidak menyebabkan warna kebiruan pada kulit atau bibir. Pada beberapa jenis kelainan, terdapat pirau (shunt), yaitu aliran darah yang tidak seharusnya terjadi akibat adanya celah atau hubungan abnormal pada struktur jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan beban kerja jantung dan, pada jenis tertentu, meningkatkan aliran darah ke paru-paru.
2. Penyakit Jantung Bawaan Sianotik
PJB sianotik dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menjadi rendah sehingga bayi atau anak dapat tampak kebiruan, terutama pada bibir, lidah, kuku, atau kulit. Jenis PJB ini dapat memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dan pada kondisi tertentu membutuhkan penanganan segera. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua anak dengan penyakit jantung bawaan akan terlihat biru. Beberapa kelainan jantung dapat tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awal kehidupan.
Apa Saja Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi?
Gejala penyakit jantung bawaan dapat muncul sejak bayi baru lahir atau baru terlihat ketika anak semakin besar. Hal ini sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan jantung.Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:
1. Bibir atau kulit tampak kebiruan
Kebiruan atau sianosis dapat terlihat pada bibir, lidah, kuku, atau kulit. Kondisi ini dapat berkaitan dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Jika kebiruan terlihat jelas atau disertai kesulitan bernapas, bayi perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
2. Bayi mudah lelah saat menyusu
Bayi dengan kelainan jantung tertentu dapat cepat lelah ketika menyusu. Bayi mungkin hanya mampu menyusu sebentar, sering berhenti, atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghabiskan susu.
3. Berkeringat berlebihan saat menyusu
Keringat berlebihan ketika menyusu, terutama jika disertai napas cepat atau mudah lelah, perlu diperhatikan. Pada beberapa kondisi penyakit jantung, aktivitas menyusu dapat menjadi beban yang cukup berat bagi bayi.
4. Berat badan sulit bertambah
Bayi dengan penyakit jantung bawaan tertentu dapat mengalami berat badan sulit naik atau pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya. Hal ini dapat berkaitan dengan kesulitan makan, mudah lelah saat menyusu, atau kebutuhan energi tubuh yang meningkat.
5. Napas cepat atau terlihat kesulitan bernapas
Napas yang lebih cepat dari biasanya, terutama saat menyusu atau beraktivitas, dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksakan.
Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Balita dan Anak Sekolah
Gejala tidak selalu berhenti pada masa bayi. Beberapa penyakit jantung bawaan baru diketahui ketika anak mulai aktif bergerak atau mengikuti aktivitas bersama teman sebayanya.
Orang tua perlu memperhatikan apabila anak:
- Mudah lelah dibandingkan teman seusianya
- Tidak kuat mengikuti aktivitas fisik
- Sering mengalami sesak saat aktivitas
- Pertumbuhan atau berat badan sulit mengejar teman seusianya
- Mengalami infeksi saluran pernapasan berulang
- Mengeluhkan jantung berdebar
- Mengalami nyeri dada, terutama saat aktivitas
- Mengalami pingsan atau hampir pingsan
- Memiliki bibir atau kuku yang tampak kebiruan
Tidak semua keluhan tersebut berarti anak pasti memiliki penyakit jantung. Namun, apabila keluhan berulang atau muncul terutama saat aktivitas, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter.Pada anak dengan dugaan penyakit jantung bawaan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, merujuk anak ke dokter spesialis jantung anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana Cara Mengetahui Anak Mengalami Penyakit Jantung Bawaan?
Jika dokter mencurigai adanya penyakit jantung bawaan, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kondisi anak.
Pemeriksaan fisik
Dokter akan menilai kondisi umum anak, pertumbuhan, warna kulit, pernapasan, denyut jantung, serta mendengarkan suara jantung menggunakan stetoskop. Pada beberapa anak dapat ditemukan murmur atau bising jantung, meskipun perlu diketahui bahwa tidak semua murmur berarti terdapat penyakit jantung.
Elektrokardiografi (EKG)
EKG digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dan dapat membantu dokter melihat adanya gangguan irama atau perubahan tertentu pada jantung.
Foto rontgen dada
Pemeriksaan ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai ukuran jantung dan kondisi paru-paru pada situasi tertentu.
Ekokardiografi atau USG jantung
Ekokardiografi (echo) merupakan salah satu pemeriksaan penting dalam evaluasi penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan fungsi jantung. Dari pemeriksaan ekokardiografi, dokter dapat memperoleh informasi mengenai anatomi jantung, katup, aliran darah, serta fungsi pompa jantung. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan lain seperti kateterisasi jantung, CT scan, MRI jantung, atau pemeriksaan lainnya sesuai kebutuhan.
Apakah Penyakit Jantung Bawaan Harus Dioperasi?
Tidak semua penyakit jantung bawaan harus menjalani operasi. Penanganan PJB sangat bergantung pada jenis kelainan, ukuran defek, tingkat keparahan, gejala, usia anak, serta dampaknya terhadap fungsi jantung dan paru-paru. Beberapa anak cukup menjalani pemantauan secara berkala, sementara sebagian lainnya membutuhkan obat-obatan, tindakan kateterisasi, atau operasi. Perkembangan teknologi kedokteran juga memungkinkan beberapa jenis kelainan jantung ditangani melalui kateterisasi jantung tanpa operasi terbuka. Pada tindakan tertentu, dokter dapat memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung untuk melakukan prosedur sesuai jenis kelainan, misalnya menutup defek tertentu menggunakan perangkat khusus. Apakah seorang anak membutuhkan operasi atau kateterisasi? Jawabannya harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis oleh tim dokter yang menangani.
Apa yang Terjadi Jika Penyakit Jantung Bawaan Tidak Ditangani?
Dampak penyakit jantung bawaan sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Jika kelainan yang signifikan tidak mendapatkan penanganan yang sesuai, dalam jangka panjang dapat terjadi berbagai komplikasi, seperti:
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
- Mudah lelah dan keterbatasan aktivitas
- Infeksi saluran pernapasan berulang pada kondisi tertentu
- Tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru atau hipertensi pulmonal
- Gangguan kadar oksigen dalam darah
- Gangguan irama jantung
- Gagal jantung pada kondisi tertentu
- Komplikasi lain sesuai jenis penyakit jantung bawaan
Karena itu, anak yang telah didiagnosis memiliki PJB membutuhkan pemantauan dan kontrol rutin sesuai rekomendasi dokter.
Kapan Anak dengan Gejala Penyakit Jantung Harus Diperiksakan?
Jangan menunggu hingga gejala menjadi berat. Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda seperti:
Bayi:
- Bibir atau tubuh tampak kebiruan
- Napas cepat atau sulit bernapas
- Sulit menyusu
- Cepat lelah saat menyusu
- Berkeringat berlebihan saat menyusu
- Berat badan sulit bertambah
Balita dan anak yang lebih besar:
- Mudah lelah saat bermain
- Tidak mampu mengikuti aktivitas teman sebaya
- Sering sesak saat aktivitas
- Jantung berdebar
- Pingsan atau hampir pingsan
- Nyeri dada saat aktivitas
- Pertumbuhan tidak sesuai harapan
Apabila anak mengalami kebiruan yang nyata, kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, atau kondisi yang tampak gawat, segera cari pertolongan medis.
Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Jangan Sampai Terlambat
Penyakit jantung bawaan bukan berarti masa depan anak harus terbatas. Saat ini, berbagai metode pemeriksaan dan pilihan terapi telah berkembang sehingga banyak anak dengan PJB dapat mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Hal terpenting adalah mengenali tanda dan gejalanya, tidak mengabaikan keluhan, dan melakukan pemeriksaan sedini mungkin apabila terdapat kecurigaan. Jika orang tua merasa ada sesuatu yang berbeda dari kondisi anak—misalnya bayi sulit menyusu, berat badan tidak bertambah, mudah lelah, sering sesak, atau tampak kebiruan—jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Kenali tanda-tandanya. Periksa lebih dini. Jangan tunggu sampai terlambat.
Kesimpulan
Penyakit jantung bawaan pada anak memiliki banyak jenis dan tingkat keparahan. Tidak semua anak menunjukkan gejala yang sama dan tidak semua PJB harus menjalani operasi. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kebiruan, sulit menyusu, mudah lelah, berkeringat saat menyusu, berat badan sulit bertambah, sesak, jantung berdebar, pingsan, dan keterbatasan aktivitas. Jika terdapat tanda atau gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan kondisi anak kepada dokter. Deteksi dan penanganan yang tepat dapat membantu anak mendapatkan perawatan sesuai kebutuhannya dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.