thumb
  • Admin
  • 19 Apr 2026 22:02:04
  • Liputan Acara

Pelatihan ACLS PERKI Depok 10–12 April 2026: Meningkatkan Kompetensi Penanganan Kegawatdaruratan Kardiovaskular

Pada hari Jumat hingga Minggu, 10–12 April 2026 pukul 08.00 – 16.00 WIB di RS Primaya Depok telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan ACLS PERKI Depok yang diikuti oleh 8 orang peserta dari tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan tatalaksana kegawatdaruratan kardiovaskular secara cepat dan tepat sesuai standar.


Acara diawali dengan sesi pembelajaran daring (live Zoom meeting) yang berisi review algoritma terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD), henti jantung, dan penanganan pasca henti jantung yang disampaikan oleh dr. Prima Almazini, SpJP(K), FIHA. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Acute Coronary Syndrome, Acute Lung Edema, dan syok. Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi yang aktif dari peserta.


Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai interpretasi EKG, takikardi, dan bradikardi yang disampaikan oleh dr. Prafithrie A. Santi, SpJP, FIHA, serta dilanjutkan dengan Skill EKG Online Lecture yang memperkuat pemahaman peserta dalam membaca dan menginterpretasikan hasil EKG secara klinis.


Rangkaian kegiatan hari kedua dilaksanakan secara luring yang diawali dengan pre-test dan post-test, kemudian dilanjutkan dengan teori dan praktik airway management. Peserta juga mengikuti sesi skill yang meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penggunaan defibrillator yang dibagi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman praktis dan keterampilan langsung. Kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan algoritme secara langsung oleh instruktur, sehingga peserta dapat memahami alur penanganan pasien secara sistematis dan sesuai protokol ACLS.


Memasuki hari ketiga, kegiatan difokuskan pada evaluasi akhir melalui ujian megacode yang dilaksanakan secara luring. Dalam sesi ini, peserta diuji secara komprehensif melalui simulasi kasus kegawatdaruratan kardiovaskular yang menyerupai kondisi nyata di lapangan. Setiap peserta diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, mulai dari pengenalan kondisi pasien, pengambilan keputusan klinis, hingga pelaksanaan tindakan resusitasi secara tepat dan cepat sesuai algoritma ACLS. Instruktur melakukan penilaian secara langsung terhadap performa peserta, termasuk aspek komunikasi tim, ketepatan tindakan, serta kepatuhan terhadap standar prosedur. Sesi ini menjadi penentu keberhasilan peserta dalam mengikuti pelatihan sekaligus sebagai tolok ukur kesiapan mereka dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan yang sebenarnya.


Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Diharapkan melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan dapat semakin siap dan kompeten dalam menangani kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular di lapangan.